Dari Timnas Langsung Menuju Madrid
Lopetegui pertama kalinya menggarap Tim nasional Spanyol pada tingkat barisan umur 19 tahun. Sah memegang pada 2010, Lopetegui sukses memenangkan Agen Slot Terpercaya Euro U-19 pada 2012. Jese Rodriguez Ruiz, yang waktu itu dengan status pemain Real Madrid B, ialah pemain muda yang berkilau di bawah instruksi Lopetegui. Jese promo ke Real Madrid senior, tetapi dianya tidak berhasil mendapatkan tempat di team khusus.
Berhasil raih prestasi bersama Tim nasional U-19, Lopetegui kembali naik tingkat. Ini kali gantian Tim nasional Spanyol U-21 yang ia latih di tahun selanjutnya. Gabungan mematikan Isco dengan Alvaro Morata di baris depan membuat Spanyol keluar sebagai juara pada gelaran Euro U-21 di Israel. Hari itu, nama Lopetegui semakin membumbung karena telah 2x beruntun juara Euro dengan formasi team yang lain.
Prestasinya bersama tim nasional junior Spanyol membuat FC Porto tertarik mengambil Lopetegui walau jalinan di antara ke-2 nya cuma bertahan 18 bulan. Tetapi ke-2 nya (Porto dan Lopetegui) sempat mengguncangkan pentas Eropa pada April 2015. Togel Hari Ini Waktu itu Porto sukses menaklukkan Bayern Munich 3-1 pada set perempat final Liga Champions, walaupun pada akhirannya mereka dibikin tidak memiliki daya di Allianz Tempat dengan berserah 6-1 dari pasukan Pep Guardiola.
Menurut ESPN, pada gelaran berikut Real Madrid berkontak pertama kalinya dengan Lopetegui. Saat itu jalinan Real Madrid dengan Carlo Ancelotti (manager Real Madrid saat sebelum Zidane) telah di ujung sundul. Tetapi kekalahan Porto 6-1 di Jerman telanjur dicatat faksi Madrid hingga mereka cenderung pilih stock intern yang kebenaran ada nama Zidane.
Dapat disebut, keputusan Real Madrid mengusung Zidane sebagai manager saat itu sebagai keputusan yang tergesa-gesa. Cukup banyak media yang pesimis pada Zidane yang dipandang cuma untuk penambal lubang. Argumen lain yang dipakai untuk menyangsikan Zidane ialah bukti jika pria berdarah Aljazair itu tidak punyai kisah kepelatihan yang oke.
Tetapi si waktu memberi jawaban. Ada tiga piala Liga Champions jadi peninggalan paling besar Zidane dan kemungkinan hasil itu akan susah diulangi oleh manager lain.
Sekarang berat beban berada di bahu Lopetegui. Saat Piala Dunia 2018, ia akan kembali lagi ke Santiago Bernabeu sebagai manager. Dibanding dengan Zidane yang cuma pernah latih kesebelasan junior saat sebelum jadi manager, minimal Lopetegui pernah latih FC Porto. Lopetegui juga pernah menyembahkan piala bersama Tim nasional Spanyol U-19 dan U-21. Dan Zidane tidak punyai gelar apapun saat dipercayai jadi manager. Maknanya, Lopetegui sudah unggul secara portofolio dari Zidane saat sebelum menggarap Madrid.
Tapi untuk latih kesebelasan seperti Real Madrid, portofolio saja kurang cukup. Fabio Capello, Carlo Ancelotti, dan Jose Mourinho sudah menunjukkan hal tersebut. Untungnya kelebihan Lopetegui bukan hanya di sana.
Modal khusus yang dipunyai Lopetegui ialah rekanan. Secara tidak sadar, ia sudah membuat pentas kecil bertema "reuni dengan Real Madrid" di badan Tim nasional Spanyol. Dari 23 nama yang didaftarnya ke Rusia, pemain Real Madrid memimpin. Mereka ialah Sergio Ramos, Dani Carvajal, Nacho, Marco Asensio, Lucas Vazquez, dan Isco.
Reuni skala kecil itu jalan sukses. Spanyol mengambil langkah ke Rusia dengan penuh optimis. Lopetegui tengah jaga rekor 20 pertandingan tidak pernah kalah dengan 14 kali menang dan 6x seimbang. Beberapa pemain Real Madrid khususnya Ramos dan Isco juga telah nyetel dengan style permainan pria berumur 51 tahun ini.
Seperti beberapa acara reuni, kita kemungkinan akan tiba dengan penuh optimis bila mempunyai rekanan yang bagus dengan beberapa peserta. Benar-benar susah rasanya mendatangi reuni bila miskin rekanan. Jangankan memilih untuk tiba, membaca undangannya saja sudah tidak mampu. Hingga pantas dinanti, seerat apa rekanan yang dipunyai seorang Lopetegui di Santiago Bernabeu.
